Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Home » , , » Bupati Apresiasi Usaha Tempe Tradisional

Bupati Apresiasi Usaha Tempe Tradisional

Posted by berita pasuruan on Selasa, 09 September 2014

GENDING - Kegemerannya mengkonsumsi tempe menginspirasi Zayadi Zuhri warga Dusun Kertah Desa Sebaung Kecamatan Gending untuk membuat tempe sejak 1988 silam. Meski dibuat dengan cara tradisional, tempe buatannya laku keras di pasaran.

Hidup adalah perjuangan. Kerja keras diperlukan demi menjalani kehidupan. Hal itu  diyakini betul oleh Zayadi, yang sehari-hari mengajar mengaji di Musholla Mamba’ul Ulum sekaligus menekuni pembuatan tempe.

“Pembuatan tempe ini masih kami lakukan secara manual karena keterbatasan modal. Meskipun begitu, bahannya kami pilih yang benar-benar berkualitas. Sehingga pelanggan dan konsumen tidak kecewa,” ungkapnya.

Menurut Zayadi, hasil pembuatan tempe dari bahan kedelai ini dijual di pasar-pasar dan dijajakan keliling di desa-desa di Kecamatan Gending. Sedangkan bahan baku untuk pembuatan tempe adalah kedelai berkualitas, yang tidak selalu tersedia di pasar atau toko.

“Setiap harinya, kami bisa menjual tempe hingga 30 kilogram (kg) lebih. Tetapi jika pada musim nelayan mendapat hasil ikan yang banyak, penjualan tempe menurun hingga 20 kilogram per hari,” ungkapnya.

Dalam pembuatan tempe, Zayadi dibantu istrinya dengan menggunakan tempat yang sederhana. Mulai perebusan hingga penggilingan kedelai dilakukan secara manual.

“Penjualan produk tempe ini masih tergolong sangat sederhana. Penjualannya masih memakai kendaraan sepeda motor dengan membawa tas diikatkan pada sepeda,” terangnya.

Kamis (4/9) lalu, sentra pembuatan tempe Zayadi ini dikunjungi Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari SE. Kunjungan ke sentra pembuatan tempe yang mempunyai ciri khas rasa gurih dan diminati masyarakat tersebut dilakukan di sela-sela bhakti gotong royong di Desa Sebaung Kecamatan Gending.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tantri menyaksikan dari dekat proses pembuatan tempe. Tidak hanya itu, orang “nomor satu” di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo ini juga memberikan bantuan alat untuk proses pembuatan tempe.

Bahkan Bupati Tantri mencoba membuat tempe yang diawali dengan merebus kedelai dengan ukuran air separo dari banyaknya kedelai di panci khusus hingga setengah masak. Selanjutnya kedelai didiamkan beberapa menit sampai dingin, kemudian digiling sampai posisi kedelai terbelah.

Selanjutnya kedelai dicuci sampai bersih dan direndam selama satu malam. Setelah itu dimasak lagi sampai mendidih dan dituangkan ke dalam bakul plastik untuk dikeringkan. Kemudian kedelai ditaburi ragi dan dimasukkan ke dalam kantong plastik dengan dilubangi (ditusuk) di atas dan di bawahnya. Selanjutnya akan terjadi proses fermentasi (penjamuran) hingga dihasilkan tempe.

“Usaha ini merupakan salah satu upaya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semoga dengan usaha ini, pendapatan masyarakat meningkat dan kesejahteraan hidupnya lebih baik,” ungkapnya. (y0n)

SHARE :
CB Blogger

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 berita pasuruan. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger